Rebutan Jabatan Deputi Kemenpora: 48 Jam, 70 Pendaftar!

Rebutan Jabatan Deputi Kemenpora: 48 Jam, 70 Pendaftar!

Rebutan Jabatan Deputi Kemenpora: 48 Jam, 70 Pendaftar Yang Pada Waktu Itu Telah Di Serbu Banyak Calon Deputi. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali mencuri perhatian publik di awal 2026. Bukan karena prestasi atlet atau agenda kejuaraan besar. Namun melainkan langkah strategis membuka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga. Seleksi ini resmi di buka pada Selasa, 3 Februari 2026. Dan terlihat antusias mereka dengan Rebutan Jabatan Deputi kemenpora. Karena hanya dalam waktu 48 jam, jumlah pendaftar nyaris menyentuh angka 70 orang.

Maka menjadi sebuah capaian yang mencerminkan besarnya minat.  Terlebihnya untuk terlibat langsung dalam pembangunan industri olahraga nasional. Fenomena ini menarik dicermati karena seleksi tidak hanya di buka bagi aparatur sipil negara (ASN). Akan tetapi juga kalangan profesional non-ASN. Dengan demikian, Kemenpora memberi ruang lebih luas bagi talenta terbaik dari berbagai latar belakang untuk ikut berkontribusi. Dan juga tak heran banyak sekali yang Rebutan Jabatan Deputi kemenpora ini.

Antusiasme Tinggi Dari ASN Hingga Profesional Non-ASN

Lonjakan jumlah pendaftar dalam waktu singkat menunjukkan Antusiasme Tinggi Dari ASN Hingga Profesional Non-ASN. Industri olahraga kini tidak lagi sekadar urusan pertandingan dan atlet. Akan tetapi telah berkembang menjadi ekosistem ekonomi yang melibatkan sponsor, media, teknologi, hingga industri kreatif. Tak heran jika banyak pihak merasa tertantang untuk ambil bagian. Ketua Panitia Seleksi (Pansel) JPT yang juga Sekretaris Kemenpora RI, Gunawan Suswantoro. Dan ia menyampaikan bahwa tingginya animo ini menjadi indikator positif.

Menurutnya, minat besar dari berbagai kalangan mencerminkan kesadaran bahwa olahraga memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Jika di kelola secara profesional. Transisi menuju industri olahraga modern memang membutuhkan figur pemimpin yang memahami birokrasi sekaligus dinamika pasar. Menariknya, komposisi pendaftar tidak di dominasi satu kelompok tertentu. ASN dengan pengalaman panjang di pemerintahan bersaing sehat dengan profesional yang memiliki rekam jejak di industri, manajemen, maupun bisnis olahraga. Perpaduan ini di harapkan melahirkan kompetisi yang berkualitas dan objektif.

Proses Seleksi Ketat Dan Menjunjung Sportivitas

Meski jumlah pendaftar cukup tinggi, Kemenpora menegaskan bahwa Proses Seleksi Ketat Dan Menjunjung Sportivitas. Gunawan Suswantoro menekankan bahwa seluruh peserta yang lolos seleksi administrasi wajib mengikuti setiap tahapan seleksi secara jujur dan sportif. Prinsip ini sejalan dengan nilai dasar olahraga yang menjunjung fair play dan integritas. Tahapan seleksi JPT ini di rancang untuk menyaring kandidat terbaik. Tentunya mulai dari seleksi administrasi, penilaian kompetensi. Dan hingga wawancara mendalam. Setiap tahap memiliki bobot penilaian yang jelas dan transparan.

Dengan sistem tersebut, peluang setiap peserta untuk lolos benar-benar di tentukan oleh kapasitas dan visi yang di miliki.  Namun bukan oleh latar belakang semata. Lebih jauh, keterbukaan seleksi ini juga menjadi bagian dari reformasi birokrasi yang terus di dorong pemerintah. Dengan melibatkan profesional non-ASN, Kemenpora membuka pintu bagi inovasi dan perspektif baru. Transisi menuju tata kelola olahraga modern tentu membutuhkan pemikiran segar. Tentunya dalam menghadapi tantangan globalisasi dan digitalisasi.

Strategisnya Peran Deputi Industri Olahraga Nasional

Posisinya memiliki Strategisnya Peran Deputi Industri Olahraga Nasional. Deputi ini di harapkan mampu menjembatani kepentingan pemerintah, pelaku industri, federasi olahraga, hingga masyarakat luas. Fokus utamanya adalah menciptakan ekosistem industri olahraga yang berkelanjutan. Kemudian dengan berdaya saing, dan memberikan dampak ekonomi nyata. Di era saat ini, industri olahraga mencakup berbagai sektor, mulai dari sport tourism, event management, hak siar. Terlebihnya hingga pengembangan produk dan teknologi olahraga.

Karena itu, figur yang terpilih nantinya harus memiliki kemampuan manajerial yang kuat, pemahaman regulasi. Serta visi jangka panjang. Tidak mengherankan jika posisi ini menjadi “rebutan”. Dan menarik puluhan pendaftar hanya dalam dua hari. Tingginya animo pendaftar juga menandakan meningkatnya kepercayaan publik terhadap Kemenpora sebagai institusi yang terbuka dan profesional. Jika proses seleksi ini berjalan konsisten dan transparan hingga akhir. Maka hasilnya di harapkan mampu membawa angin segar bagi kemajuan industri olahraga Indonesia. Dan mengingat dalam waktu sekejap sudah banyak yang Rebutan Jabatan Deputi.