Inter Sikat Torino 2-1: Chivu Bangga Skuad "Lama" Masih Perkasa

Inter Sikat Torino 2-1: Chivu Bangga Skuad “Lama” Masih Perkasa

Inter Sikat Torino 2-1: Chivu Bangga Skuad “Lama” Masih Perkasa Tanpa Mengharuskan Adanya Pemain Yang Baru. Inter Milan memastikan satu tempat di semifinal Coppa Italia 2025–2026. Tentunya setelah Inter Sikat Torino 2-1. Dan laga perempat final yang di gelar di Stadion U-Power, Monza, Kamis (5/2/2026) dini hari WIB itu. Kemudian yang menjadi panggung pembuktian kedalaman skuad Nerazzurri. Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, tak menutupi rasa puasnya atas performa tim yang di nilai tampil solid, enerjik. Dan juga disiplin hingga peluit akhir berbunyi. Kemenangan ini bukan sekadar soal lolos ke empat besar. Mereka menunjukkan kematangan permainan meski melakukan rotasi pemain. Serta yang termasuk memberi kepercayaan kepada talenta muda akademi. Di tengah jadwal padat dan tekanan kompetisi. Dan Nerazzurri tetap mampu menjaga ritme dan mental juara yang menjadi ciri khas mereka musim ini. Mari kita simak fakta menarik di balik Inter Sikat Torino 2-1 ini.

Start Meyakinkan Inter Milan di Babak Perempat Final

Inter Milan tampil agresif sejak menit awal dan berhasil mengontrol jalannya pertandingan. Keunggulan Nerazzurri di buka pada menit ke-35. Tentunya melalui Ange-Yoan Bonny yang memanfaatkan celah di lini pertahanan Torino. Dan gol tersebut menjadi buah dari dominasi Inter yang sabar membangun serangan dari lini tengah. Memasuki babak kedua, Inter langsung tancap gas. Andy Diouf menggandakan keunggulan pada menit ke-47. Kemudian membuat Nerazzurri berada di atas angin. Gol cepat ini semakin menegaskan kesiapan Inter menghadapi laga krusial Coppa Italia 2025–2026. Torino memang berusaha bangkit dan memperkecil ketertinggalan lewat Sandro Kulenovic pada menit ke-57. Namun Inter mampu mengelola permainan dengan tenang hingga laga usai.

Rotasi Chivu Berbuah Manis, Pemain Muda Unjuk Gigi

Salah satu sorotan utama laga Inter Milan vs Torino adalah keputusan Cristian Chivu melakukan rotasi. Pelatih asal Rumania itu memberi debut penuh kepada Matteo Cocchi dan Issiaka Kamate. Kemudian dua pemain muda jebolan akademi Inter Milan. Langkah ini di nilai berani, namun terbukti efektif. Issiaka Kamate, yang baru berusia 21 tahun, tampil impresif dan menyumbang satu assist penting. Kecepatan serta keberaniannya dalam duel membuat lini serang Inter lebih dinamis. Sementara Matteo Cocchi, 19 tahun, di percaya bermain hingga menit ke-74. Dan yang menunjukkan kedewasaan dalam membaca permainan. Meski ini adalah salah satu penampilan penting pertamanya di level senior. Keputusan Chivu ini menunjukkan kepercayaan besar kepada regenerasi skuad. Inter Milan tidak hanya bergantung pada pemain berpengalaman. Akan tetapi juga mulai menyiapkan fondasi jangka panjang melalui akademi.

Chivu Puas Dengan Energi Dan Kontrol Permainan Tim

Usai laga, Cristian Chivu mengungkapkan kepuasannya terhadap performa anak asuhnya. Menurutnya, Inter tampil dengan energi yang tepat. Terlebihnya untuk pertandingan sistem gugur seperti Coppa Italia. Ia menilai timnya mampu menciptakan peluang. Dan menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan. “Saya puas dengan performa, energi yang kami butuhkan dalam pertandingan seperti ini, dan apa yang berhasil kami ciptakan,” ujar Chivu. Ia juga menyoroti momen. Tentunya pada saat Torino memperkecil skor menjadi 2-1. Serta yang berpotensi mengubah momentum pertandingan. “Tak pelak, ketika skor menjadi 2-1, lawan akan mendapatkan momentum baru dan mencoba memanfaatkan antusiasme tersebut. Akan tetapi mereka tidak menimbulkan banyak masalah bagi kami,” tambahnya. Pernyataan ini menegaskan ketenangan Inter dalam mengelola tekanan di fase krusial.

Modal Penting Menuju Semifinal Coppa Italia

Kemenangan atas Torino menjadi suntikan kepercayaan diri besar bagi Inter Milan jelang semifinal Coppa Italia 2025–2026. Nerazzurri membuktikan bahwa rotasi tidak mengurangi kualitas permainan. Namun justru memperlihatkan kedalaman skuad yang kompetitif. Kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda membuat Inter semakin fleksibel menghadapi berbagai situasi pertandingan. Jika konsistensi ini mampu di pertahankan. Maka peluang Inter Milan untuk melangkah lebih jauh. Dan meraih trofi Coppa Italia musim ini terbuka lebar. Bagi Cristian Chivu, laga melawan Torino bukan hanya kemenangan, tetapi juga konfirmasi bahwa proyek timnya berjalan di jalur yang tepat. Inter Milan kini tinggal selangkah lebih dekat menuju final, dengan keyakinan bahwa “skuad lama”. Serta darah muda bisa berjalan seiring demi kejayaan Nerazzurri.

Jadi itu dia beberapa fakta menarik dari kemenangan mereka dan Chivu bangga skuad lama masih perkasa terkait Inter Sikat Torino.